Senin, 16 Juli 2012

Reality Show (bermanfaat atau tidak?)

Mencermati beberapa tayangan reality show yang belakangan begitu sering muncul di berbagai stasiun TV, membuat saya berpikir kembali dan mencoba menebak-nebak kira-kira hikmah dan pelajaran apa yang kita peroleh dari berbagai tayangan reality show tersebut. Saya tidak ingin menyebutkan apa saja nama dari reality show tersebut dan stasiun TV yang menyiarkannya karena pada umumnya masyarakat sudah pasti tahu tentang itu.


Salah satunya adalah reality show yg tema acaranya adalah 'mengerjai' orang. Sekilas memang lucu, ada rak buku yang tiba-tiba jatuh hampir berbarengan, kursi yang tiba-tiba bergerak sendiri, mendadak ada baliho sebagai calon kepala daerah, dan lain-lain. 
Saya juga suka nonton tayangan ini, lumayan menghibur. Tapi terkadang ada beberapa ide yang saya pikir tidak lucu lagi, malah cenderung ke arah yang merugikan atau membahayakan target. 
Contohnya ide membuat tengkorak yang bisa mengendarai motor, malam hari pula. Tidak masalah kalau yang melihat punya jantung kuat. Tapi kalau ternyata kebetulan targetnya punya penyakit jantung? terus karena shock lihat tengkorak yang tahu-tahu bisa mengendarai motor dan jantungnya kumat, bagaimana? Ajal memang di tangan Tuhan, tapi tentu saja ada penyebabnya bukan? Kalau misalnya target yang ditakut-takuti karena kagetnya refleks menendang dan meninju, yang kena imbasnya pasti tim creative juga. Waktu itu ada yang sampai pingsan karena ken tendang ketika sedang menakut-nakuti orang. Ide menakut-nakuti orang dengan segala jenis hantu-hantu itu saya pikir tidak terlalu bagus.
Begitu juga dengan ide yang melibatkan air alias menyebabkan target tercebur ke dalam genangan air, kolam, dsb. Bagaimana kalau orang tersebut membawa sesuatu yang penting di dalam saku atau tasnya? ponsel misalnya? atau laptop? dan tiba-tiba terendam air karena jadi salah satu target keisengan reality show. Atau ada di antara orang tersebut yang akan menghadiri acara penting, lalu jadi basah kuyup. Atau pedagang kaki lima yang jualannya jadi basah dan tidak bisa dijual lagi. Pada akhirnya hal itu menjadi tidak lucu.

Reality show berikutnya adalah reality show yang mengharuskan para pesertanya tinggal di satu rumah untuk merebutkan sesuatu. Dan segala macam konflik muncul di dalam rumah tersebut (apa bedanya dengan sinetron? -___-). Muncul berbagai karakter penghuninya seperti sombong, egois, mencari cara untuk menjatuhkan saingan, dll. Saya jadi berpikir, maksud dari reality show ini sebenarnya apa? kira-kira manfaat apa yang bisa kita penting dari tayangan ini? mungkin memang ada manfaatnya, tapi yang jelas tertutupi dengan 'cerita sinetron' yang disuguhkan.
Di pihak lain ada reality show yang menampilkan kehidupan orang-orang miskin yang berjuang dengan keterbatasannya. Ada juga tentang orang-orang sukses yang memulai semuanya dari awal dengan usaha dan kerja keras. Tayangan seperti ini lebih bermutu dan mendidik. Memberikan motivasi dan dorongan agar kita sadar bahwa kesuksesan itu dapat diperoleh dengan kerja keras. Menyadarkan kita bahwa di luar sana masih banyak orang yang hidupnya sengsara namun tak pernah berputus asa atau menyesali hidupnya. Dan kita harus belajar banyak dari mereka, lebih mensyukuri hidup dan menjadikan hati lebih peka akan keadaan di sekitar kita.
But anyway, tentu saja semuanya kembali lagi ke para pelaku yang ada di belakang layar sana, tayangan seperti apa yang akan (dan ingin) mereka berikan kepada masyarakat kita, khususnya kepada generasi muda kita yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan TV, baik itu mengejar keuntungan semata atau kualitas. Ada banyak manfaat positif yang dapat kita peroleh dari apa yang kita saksikan, namun berbanding lurus dengan pengaruh negatif yang juga diberikan. 
Semoga masing-masing dari kita bisa lebih cerdas memilih dan memilah-milah apa yang baik dan tidak baik untuk dijadikan tontonan, tidak hanya untuk diri kita tetapi lebih-lebih lagi untuk anak-anak kecil generasi muda bangsa yang baru saja tumbuh dan belajar dari lingkungan serta apa yang dilihatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar