REPOST
Source : http://filmislam.blogspot.com/2009/02/kenapa-babi-haram.html#comments
Source : http://filmislam.blogspot.com/2009/02/kenapa-babi-haram.html#comments
Kenapa BABI HARAM????
Sesungguhnya
Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan
binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan
terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas,
maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173)
Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi ini.
Ilmuwan
: Haramnya hewan babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena
banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin
canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat
dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya
hewan babi yang bersih akan menjadi halal?
Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?
Ilmuwan : Apakah itu?
Ulama
: Coba anda buat 2 (dua) kandang. Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2
(dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina.
1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina.
Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya!! !
Ilmuwan : Tidak bisa!!!!????
Ulama : Mari kita lihat bersama-sama sekarang.
Pada
kandang pertama dimana ada 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor
ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut
berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut
sampai ada yang menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat dan
Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.
Ilmuwan : Pada kandang Babi?
Ulama
: Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2 (dua)
ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor
babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi
betina, tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut
malahan menyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina
tersebut dan juga terjadi hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi
jantan setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2
bertentangan dengan Fitrah umat manusia.
Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma’in, Wallahu A’lam Bish-shawab.
“Diharamkan
bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang
jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih
untuk berhala.
Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak
panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah Kefasikan. Pada
hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu,
sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.
Pada hari telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhlai Islam itu jadi
agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja
berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”.
( QS. Al-Maidah (5) : 3).
Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan)
Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang Logika dan Ilmu Kesehatan.
Bob
: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan
mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata
tersebut?
Yunus : Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai
Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram,
dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.
Bob : Dapatkah anda membrikan contoh?
Yunus
: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat
bahwa analis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi
dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya
bagi kesehatan manusia.
Bob : Anda benar mengenai sifat beracun
dari uric acid dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai
kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric
acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang
keluar tubuh melalui air seni.
Yunus : Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.
Bob : Apa maksud anda?
Yunus
: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha
Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari
membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.
Bob : Oh
begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah
dalam tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.
Yunus :
Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak,
hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal
dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut
mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga
menjadikannya beracun; hannya pada masa kini-lah, para ahli makanan
baru menyadari akan hal ini.
Bob : Selanjutnya, selagi masih
dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging
babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?
Yunus
: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkosumsian babi,
bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Levitus bab 11, ayat
8, mengenai babi, dikatakan, “Dari daging mereka (dari “swine”, nama
lain buat “babi”) janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka,
janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu”.
Lebih lanjut
lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher
karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya?
Muslim
beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi
manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki
leher.
Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul
mengenai efek-efek berbahaya dari konsumsi babi, dalam bentuk apapun,
baik itu pork chops, ham, atau bacon.
Bob : Ilmu kedokteran
mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi
diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit
berbahaya.
Yunus : Ya. Dan diluar sana itu semua, sebagaimana
kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat
penting untuk diperhatikan bahwa sitem biochemistry : babi hanya
mengeluarkan 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98%
sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Ini dapat menjawab sebagian
pertanyaan mereka, khusunya jika kalangan Non-Muslim bertanya mengapa
Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.
Diposkan oleh blogger di 05:03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar