Setelah keguguran karena Blighted Ovum, dokter menyarankan untuk istrahat selama 3 bulan (menggunakan kontrasepsi) untuk pemulihan kandungan. Tapi karena saya ingin bisa segera hamil kembali, saya tidak menggunakan kontrasepsi. Lagipula ada dokter yang saya follow akun twitter dan webnya justru mendorong pasien-pasiennya untuk segera memulai kembali program hamil pasca keguguran, karena kondisi tubuh masih dalam keadaan siap untuk kehamilan, belum kembali seperti semula.
Ritual shalawat saya masih berlanjut. Hanya saja kali ini saya sudah lebih tenang karena meskipun keguguran setidaknya saya tahu bahwa saya bisa hamil, bahwa kontrasepsi yang saya gunakan sebelumnya tidak menyebabkan saya sulit untuk hamil.
Kondisi fisik saya biasa saja. Berat badan saya kembali turun karena nafsu makan yang kembali normal. Yang berubah justru siklus menstruasi, padahal siklus saya selalu teratur, 28 hari ketika menggunakan kontrasepsi dan 30 hari ketika sudah berhenti minum pil. Tadinya ketika sudah telat, saya mulai berharap bahwa saya hamil. Apalagi ketika saya mulai merasa pusing, lemas, mual-mual bahkan muntah. Tapi hasil testpacknya negatif, hasil tes kedua pun negatif. Saya mulai kesal. Kalau memang tidak hamil, kenapa saya belum juga 'dapet'?. Ketika akhirnya saya sakit, saya baru tersadar. Bodohnya saya.... saya lupa kalau tipes pun punya gejala-gejala seperti itu. Saya bukan hamil, saudara-saudara... tipes saya yang kambuh. Sekian. >_<
Dan 'tamu' saya pun akhirnya datang dengan rentang waktu 50 hari dari siklus sebelumnya (-__-;). Saya pikir itu mungkin masih pengaruh dari keguguran sebelumnya. Ternyata siklus berikutnya pun 50 hari. Ini mulai tidak normal rasanya, tapi coba tunggu sekali lagi. Waktu itu sudah dekat bulan Ramadhan. Kalau dihitung-hitung, dengan siklus 50 hari, 'tamu' saya berikutnya akan datang seminggu sebelum Lebaran. Jiaaahh... padahal sudah berharap kalau siklus 50 hari itu selesai setelah Lebaran sehingga puasa saya tahun ini bisa sempurna, ternyata tidak bisa :s.
Begitu memasuki bulan Ramadhan, ritual saya bertambah. Selain shalawat, saya bangun lebih awal sebelum sahur untuk shalat tahajud, kemudian membaca surat Maryam setelah sahur sambil menunggu shubuh. Doa saya kali ini, 'Ya Allah.. seperti engkau memberikan keajaiban kepada Siti Maryam, semoga Engkau juga berkenan menitipkan kepada kami seorang anak yg shaleh...'. Saya percaya Allah akan mendengar doa saya. Orang-orang yang belum menginginkan anak dan belum terikat hubungan sah saja bisa diberikan anak oleh Allah, apalagi kami yang menikah sebagai ibadah kepadaNya dan berdoa memohon agar dikaruniai anak. Allah pasti mendengar doa kami.
Memasuki 2 minggu terakhir di bulan Ramadhan, nafsu makan saya mulai hilang. Baik buka puasa maupun sahur, sedikit sekali makanan yang bisa masuk ke perut. Kalau sudah masuk jam 11 siang perut mulai mual. Untuk menjaga jangan sampai muntah, aromatherapy saya balur ke pelipis & bagian bawah hidung. Lumayan bisa bikin bertahan sampai sore. Saya mulai khawatir tipes saya kambuh lagi karena sebelum masuk bulan Ramadhan sempat ada gambar yang dikerjakan dengan terburu-buru sampai harus begadang, makan dan tidur tidak teratur. Setelah beberapa hari mual di siang hari, saya malah jadi tidak suka dengan bau makanan yang sedang dimasak di dapur. Hadeh...
Mama akhirnya nyeletuk, "Kamu ngidam kayaknya.... itu muka kusut sekali begitu.. coba tes dulu..". Saya memang tidak berpikir sampai disitu karena sebelumnya ternyata negatif dan tipes saya kambuh. Jadi saya tidak mau terlalu banyak berharap biar tidak terlalu kecewa (pengecut, ya? >_<).
Karena sudah lewat sehari dari siklus 50 hari, saya pun memberanikan diri membeli testpack. Setelah dites hasilnya ternyata positif. Yay, alhamdulillah. Kurang lebih 3 bulan dari keguguran sebelumnya. Seperti kata dokter, istrahat 3 bulan. Setelah 3 bulan saya pun positif. Ah, Allah sungguh sebaik-baiknya perencana. Subhanallah...
Saya masih sedikit trauma dengan keguguran pertama, jadi kami ke dokter ketika usia kehamilan saya kira-kira masuk 3 bulan (cara menghitung kehamilan saya dapatkan disini). Kalau sudah usia segitu, janinnya sudah terlihat jelas dan umumnya juga sudah bisa terlihat kehamilannya normal atau tidak. Sebelum ke dokter saya berdoa dengan sungguh-sungguh, sepanjang perjalanan, selama menunggu giliran periksa, sampai saat akan di USG, saya terus mengucap shalawat dan berdoa, semoga kali ini Allah berkenan mengabulkan doa saya. Dan alhamdulillah, dokter mengatakan bahwa kandungan saya sehat, perekembangan janinnya sesuai dengan umur kehamilannya. Syukur tak terhingga pada Allah yang kembali mempercayakan kami untuk menjaga titipanNYA.
Selalu percaya Allah lah sang Maha Berkehendak atas segalanya. Apapun yang terjadi adalah atas ijin Allah. Untuk siapa pun yang sedang bersedih karena kehilangan calon bayinya bahkan sebelum bertemu langsung, semoga Allah memberi kekuatan dan kesabaran.... life is unpredictable, tapi Allah selalu punya rencana terbaik untuk kita, entah di dunia atau di akhirat, entah sekarang atau nanti. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar