Jumat, 03 Agustus 2012

"T A M U"


Kemarin pagi saya dibuat heran oleh seorang tamu. Saya sedang menyeterika di depan TV di ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan (ruangan paling belakang dari rumah saya) ketika ada yang memberi salam. Biasanya jika yang datang bertamu adalah tetangga sebelah atau kerabat maka setelah memberi salam mereka akan langsung masuk sambil memanggil (dengan catatan pintu depan terbuka yang berarti penghuni rumah ada di ruang belakang). Nah, karena itu saya menunggu kalau salamnya terdengar lagi berarti itu memang 'tamu' dan saya akan melihat ke depan. Dan ternyata salamnya terdengar lagi lebih dekat dan si pemberi salam pun muncul di belakang saya. Seorang ibu bersama anak perempuan kecilnya membawa amplop putih, "Sumbangan, dari panti asuhan..."

Glekk.

Saya pun bengong. Ibu ini membawa amplop-amplop dari panti asuhan untuk meminta sumbangan pada orang merasa perlu masuk ke rumah orang yang didatanginya sampai ke belakang rumah? sekali lagi harus masuk sampai ke belakang rumah karena tidak ada yang menjawab salamnya? Bagaimana kalau penghuni rumah sedang berada di kamar atau di kamar mandi? I'm speechless.... (-____-")

Semoga ayat dan hadis berikut dapat menjadi pengingat kita akan adab bertamu :
  1. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur [24]: 27)
  2. “Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur [24]: 28)
  3. Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)
  4. Dari Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata,“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan)
  5. “Sesungguhnya disyari’atkan minta izin adalah karena untuk menjaga pandangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  6. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu: “Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu)
  7. “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (HR. Abu Dawud, shohih)
  8. “Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)
  9. “Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang ntuk menusuk orang itu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)
  10. “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar